Bersama

1351 Kata
Fikri kaget. Dia yang baru tahu Dera seminggu lalu karena temannya itu pun malah sekarang satu kelompok dengan Dera berdua saja. "lha boleh protes gak nih Lel, kenapa gak sama elu aja"kata Dera "ngapain, gak usah mending elu sama dia, gw juga udah sama Gara, lumayan juga atletis orangnya"kata Leli "ah elu gak kompak deh, masak gw sama cowok kayak gitu sih"kata Dera "turunkan ekspektasi elu, gak semua cowok kayak cowok elu yang ganteng dan tajir"kata Leli "tapi kan"kata Dera "udah sssst..."kata Leli Dera sebenarnya ingin protes. Dia ingin bersama dengan Leli untuk membahas program, tetapi hal lain terjadi ketika dia bersama dengan Fikri yang baru di kenalnya itu. Setelah pengumuman, baik Dera ataupun Fikri tidak bisa tidur. Selain karena berada di tempat baru, jug karena mereka dalam satu kelompok. Anehnya, mereka berdua kemudian keluar kamar di waktu yang sama. Mereka sama-sama ingin ke kamar mandi yang hanya ada satu "Eh kak, silahkan duluan"kata Fikri "kok kakak sih, kita kan seumuran Fikri"kata Dera "iya deh, manggilnya apa enaknya ya, gak mungkin sayang dong hehe"kata Fikri "bisa aja kamu, panggil aja Der, atau Ra, atau Dera juga bisa terserah kamu deh, gak usah ngaco ya"kata Dera "iya deh, eh Dera, silahkan duluan ke kamar mandi"kata Fikri "iya makasih ya, untung kamu gak ngajak bareng"kata Dera "ya kalau boleh sih gak apa-apa hehe"kata Fikri "huh, dasar cowok , pasti mau banget, udah kamu tungguin di sini aja, baru kenal masak mau godain"kata Dera "berarti kalau udah lama kenal boleh dong godain"kata Fikri "gw udah punya cowok ya Fikri"kata Dera "yah kan gak apa-apa selama janur kuning belum melengkung"kata Fikri "udah ah ngaco deh, gw udah kebelet nih"kata Dera Dera langsung masuk kamar mandi yang letaknya di dapur. Dapur dan kamar mandi itu di belakang kamarnya Fikri namun terpisah dinding dan harus lewat pintu kalau ke sana sehingga percakapan mereka tadi tidak ada yang mendengarnya Fikri menunggunya dengan duduk di kursi dapur. Meskipun rumah itu jarang di tinggali oleh kepala desa tetapi perabotan di sana lengkap seperti rumah pada umumnya. Terdengar suara Dera yang sedang mengeluarkan airnya di dalam kamar mandi. Suaranya begitu kencang sehingga membuat Fikri berpikir macam-macam. "ah denger aja udah kepengen dah, dasae cewek cakep banget dia"kata Fikri yang akhirnya kagum dengan kecantikan Dera Tidak berapa lama kemudian, Dera pun mengguyur lantai kamar mandi dengan air yang ada di sana menggunakan gayung. Setelah itu Dera pun keluar setelah merapikan dirinya. Fikri pun melihat terus arah pintu kamar mandi di mana Dera sedang mengeringkan kakinya dengan keset dan handuk. "ngapain elu lihat-lihat"kata Dera "lihat cewek cantik emang gak boleh, elu cantik banget Der"kata Fikri "ya jelas dong, Dera, tapi awas ya jangan godain gw, gw udah punya cowok"kata Dera "ya kalau elu udah punya cowok, emang elu tertarik dengan gw sampai kayak gitu, apa jangan-jangan elu yang naksir gw ya"kata Fikri pede "enak aja, cowok gw jauh jauh jauh lebih cakep daripada elu dah"kata Dera "ya syukurlah kalau begitu"kata Fikri "kok bersyukur, bukannya elu mau nyuri kesempatan?"kata Dera "yah berarti gw bisa godain elu terus dong, kan elu gak bisa ke lain hati, masak cowok cakep elu tinggalin"kata Fikri "apaan sih elu"kata Dera "gak apa-apa, hanya lihat cewek cakep aja, gak boleh emang "kata Fikri "ya boleh sih tapi"kata Dera "ya udah gw mau lihat elu terus, tungguin di sini ya, gw juga udah kebelet nih"kata Fikri langsung masuk kamar mandi Namun anehnya, Dera pun menuruti Fikri untuk menunggunya di luar kamar mandi itu yang justru membuat Fikri kaget. "eh elu masih di sini, gw kira udah masuk"kata Fikri "katanya suruh nunggu di sini"kata Dera "yee dasar, elu tuh gimana sih, ya udah mumpung elu di sini, gw tungguin aja, emang kenapa gak bisa tidur"kata Fikri "entah Fik, gw juga bingung kok gak bisa tidur, apa karena tempat baru ya"kata Dera "bisa jadi sih, apa kurang nyaman di sini, kan juga ada suara binatang di sekitar sini juga, bisa jadi elu yang orang kota gak biasa"kata Fikri "eh kok elu tahu gw orang kota, elu stalking gw ya"kata Dera "yee darimana, gw di kasih tahu temen gw, ngefans banget sama elu katanya, gw tahu elu dari dia"kata Fikri "ah alesan, bilang aja gitu"kata Dera "ya udah deh, iya gimana"kata Fikri "hadeh, terus elu sendiri kenapa gak bisa tidur"kata Dera "mikirin elu"kata Fikri "udah ah mulai ngelantur, mending tidur aja dah"kata Dera "di tidurin mau?"kata Fikri "enak aja, jaga mulut elu ya"kata Dera "yee harusnya elu yang jaga mulut, mulut elu kan dua, kalau gw cuman satu"kata Fikri "makanya, di jagain tuh satu, biar gak aneh-aneh, dah ah"kata Dera Dera pun pergi meninggalkan Fikri yang tersenyum di dapur itu.Tanpa di duga, obrolannya seolah nyambung dengan Dera padahal Fikri agak susah untuk nyambung dengan berbagai cewek, malah salah satu cewek tercantik di kampusnya yang memahaminya. Dera pun bingung dengan keadaan itu dimana dia seolah terhipnotis dengan Fikri dengan menuruti perkataannya untuk menunggunya di sana. "kok bisa gw ngikut aja dia ya, ah entahlah, tidur aja deh"kata Dera Sedangkan Fikri pun tersenyum dengan senangnya karena berhasil menggoda Dera yang cantik dan baru di kenalnya itu. Keesokan harinya, kehidupan KKN benar-benar dimulai. Mereka harus memasak sendiri dan berbelanja di pasar. Para cewek pun sudah membagi pekerjaan mereka siapa yang memasak, mencuci piring juga pergi ke pasar. Mereka bergantian dan kali ini giliran Leli yang pergi ke pasar. "yuk gw temenin Lel"kata Dera "eh biar gw aja ya Der"kata Gara yang tanpa di duga sudah ada di sana. "eh gw sama Gara aja ya Der, maaf ya"kata Leli "iya deh"kata Dera Leli memang cewek yang cepet akrab dengan cowok, agak berbeda dengan Dera yang sedikit pasif. Namun dengan kecantikannya, cowok pun mendekat dengan sendirinya termasuk Fikri saat ini yang melihat Dera melamun di depan. "melamun aja non"kata Fikri "eh elu Fik, udah bangun ya"kata Dera "yang mana, bawah apa atas?"kata Fikri "huh dasar cowok pikirannya lho"kata Dera "apaan sih, orang rumah kok, bangun nya kan dari bawah dulu"kata Fikri "ah alesan"kata Dera "cemberut aja, kenapa baru hari pertama lho"kata Fikri "entah ya, gw berharap KKN ini akan asyik, tapi sahabat gw lebih milih sama Gara tuh, ya memang dia cepet deket dengan cowok sih"kata Dera "elu cemburu?kan ada gw"kata Fikri "yah untungnya ada elu sih Fik"kata Dera "mau jalan-jalan gak, segarin pikiran"kata Fikri "gak ah, masih capek perjalanan gw"kata Dera "ntar kalah capek, gw bisa bantu gendong kok, gak masalah"kata Fikri "enak aja elu, dah nanti aja, gw bantuin masak dulu aja"kata Dera "beneran ya nanti mau di gendong "kata Fikri "ogah"kata Dera yang langsung masuk ke dalam rumah itu. Fikri pun tersenyum kembali karena seolah mendapatkan teman yang pas untuknya yang justru sangat cantik itu. Hari itu di lalui dengan mereka berdiskusi dengan teman sekelompoknya untuk menyiapkan kegiatan yang akan di laksanakan selama KKN ini. Mereka berencana bergantian tergantung siapa yang lebih pas untuk cepat di selesaikan dalam waktu dekat programnya Fikri pun berdiskusi dengan Dera begitu juga dengan Leli dan Gara yang semakin dekat itu. "elu lihatin gw ngapain sih Fik"kata Dera "gw penasaran aja dengan cewek cantik kayak elu gitu, gak pernah gw deket dengan cewek cantik kayak gini, nempel lagi beberapa kali"kata Fikri "apa gw jauhan aja"kata Dera "eh jangan lah"kata Fikri "ya kalah elu lihatin terus mending gw jauhan aja"kata Dera "eh terus maksudnya gw harus sentuh elu gitu, bagian mana"kata Fikri. "gak usah aneh deh ,udah fokus aja dengan yang dilakukan, apa ini programnya bingung gw"kata Dera "entah, gw juga bingung, apa kita jalan-jalan aja kayak mereka tuh udah pada keluar "kata Fikri "panas sih Fik, gimana dong"kata Dera "lha dasar orang kota, udah gini aja"kata Fikri memakaikan topi ke Dera "wah bisa juga ya"kata Dera "ya udah ayo"kata Fikri Merekapun akhirnya pergi berdua berkeliling kampung. Memang bukan hanga mereka berdua saja tetapi yang lainnya juga sama. Beberapa hari di lalui. Program pun sudah ada yang dimulai dengan program milik kelompok Nira dan Murni. Selanjutnya setelah itu milik Pita dan Halim, kemudian Suri dan Jefry, lalu Leli dan Gara dengan terakhir milik Fikri dan Dera. Merekapun semakin akrab dari hari ke hari terutama dengan teman sekelompoknya. Yang paling akrab tentu saja Leli dan Gara yang selalu tiap pagi ke pasar itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN