“Kamu yakin mau jadi relawan? yakin nggak ada yang bakalan rindu sama kamu?” Andri menatap Cora dengan tatapan meneliti. Setelah beberapa menit berbincang, mereka mulai menggunakan kata aku dan kamu untuk saling memanggil dan menyebut diri mereka sendiri. Dalam hati Andri merasa beruntung dapat bertemu dengan Cora. Lelaki mana yang tidak tertarik dengan kecantikan wanita itu. “Nggak … dan nggak akan ada yang cari aku.” Cora berkata dengan lirih. Andri mengangguk mengerti, ia dapat melihat kesedihan di dalam mata wanita itu. Ia tidak ingin menanyakan perasaan wanita itu saat ini dan menyakiti wanita cantik yang baru dikenalnya itu. Mereka berpisah setelah berbincang tentang rencana keberangkatan mereka. Cora yakin jika waktu dapat menyembuhkan rasa sakitnya. Mungkin dengan kepergiannya ke

