Carol menatap kosong jalanan di hadapannya. Sedari tadi matanya terus mengikuti gerakan beberapa kendaraaan yang tengah lalu lalang di hadapannya. Entah sudah berapa banyak mobil yang lalu lalang di hadapannya, tetapi sosok yang dinantinya tidak kunjung tiba. Tanpa terasa sudah hampir dua jam ia menunggu Tony untuk keluar dari kantornya. Berulang kali ia melirik jam yang melingkar pada tangan kanannya dan berdecak sebal. Ia tidak diperbolehkan masuk ke dalam kantor lelaki itu, satpam kantor lelaki itu mencegahnya untuk menemui Tony dan semua itu membuatnya kesal. “Tony .…” Carol berkata setengah berteriak dan berlari kecil mengejar Tony yang baru saja keluar dari kantornya. Tony melotot ke arah wanita itu dan mengacuhkannya dengan berjalan menuju mobilnya yang sudah terparkir dengan rapi

