“Maafkan aku, Cora.” Jhon berkata dengan lirih. “Nggak pa-pa, Jhon. Nggak usah kamu pikirkan.” Cora tersenyum tipis. “Tony jadi salah paham karena perbuatanku. Maafkan aku, Cora. Aku tidak ingin melihatmu terluka, tetapi sekarang akulah yang membuatmu terluka.” Jhon mengusap air mata yang menetes dari sudut mata Cora, airmata yang tanpa Cora sadari sudah jatuh membasahi pipinya. Cora tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Aku bisa meminjamkanmu bahuku.” Jhon menepuk-nepuk bahunya. Cora mendekatkan kepalanya pada bahu Jhon, ia terisak dibahu lelaki itu, punggungnya terlihat bergetar dengan hebatnya. “Kamu bisa menangis sepuas kamu.” Jhon membelai rambut ikal Cora dengan lembut. Tangisan Cora semakin kencang, ia tidak dapat menahan tangisnya lagi. Dadanya terasa beg

