Kemarin aku menangis di bahu lelaki ini, berapa lama aku menangis tadi malam? dan setelah itu apa yang terjadi?’ Cora memijat-mijat pelipisnya dan mencoba memutar kembali kejadian kemarin malam di taman tempat di mana ia bertemu dengan lelaki itu. Ia tidak tahu, bagaimana ia bisa berakhir di tempat tidur milik pria yang baru ditemuinya sebanyak dua kali itu. “Good morning, Cora.” Jhon tersenyum lebar. Ia sangat berharap bisa berada diposisi ini seumur hidupnya. “Morning, maaf aku harus pergi.” Cora merasa canggung berada di dalam pelukan lelaki asing disebelahnya. Ia tidak tahu mengapa akhir-akhir ini, ia selalu terbangun di dalam pelukan seorang lelaki. Keadaan mereka saat ini membuatnya teringat akan Tony yang memeluknya dengan erat. “Maaf aku tidak membawamu pulang kerumahmu. Aku tah

