“Carol … aku perlu bicara denganmu.” Cora menarik tangan Carol yang sedang berjalan melaluinya, Carol mengabaikan Cora yang tersenyum manis padanya. “Apa sih?” Carol menepis tangan Cora dengan kasar. “Kamu masih marah?” Cora tersenyum polos kepada Carol. “Mau ngomongin apa?” Carol menaikkan sebelah alisnya, ia menatap Cora dengan tatapan tidak suka. “Aku mau bilang kalau aku nggak bisa kasih Tony ke kamu. Tony bukanlah sebuah mainan yang bisa aku berikan begitu saja padamu.Aku mencintainya dan hanya dia yang kuinginkan. Walaupun aku nggak bisa kasih Tony ke kamu, aku mau kita tetap berteman. Kamu mau jadi sahabatku?” Cora tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya kepada Carol. “Aku sudah tidak mau berteman denganmu lagi, Cora.” Ujar Carol dengan sarkastis, “Sebenarnya aku berteman den

