“Gimana mau ada cucu, kalau belum dibuat.” Cora bergumam pelan di balik selimutnya. Berulang kali ia mendengus kesal, ibunya itu selalu berhasil membuatnya kesal. “Kita buat cucu untuk Mama dan Papa, yuk?” Tony berbisik pelan di telinga Cora. Wanita itu terkejut dan menjauhkan tubuhnya dari Tony, sedari tadi dirinya larut dalam lamunannya dan tidak menyadari kehadiran lelaki itu. Ia melotot ke arah Tony yang tengah tersenyum menggoda padanya. “Stop berpikiran m***m, kamu tidur di sofa aja hari ini.” Cora mengarahkan jari telunjuknya pada sofa yang berada disebelah tempat tidur mereka. “Ada tempat tidur malah disuruh tidur disofa. Buat si kakak, yuk?” Tony memeluk erat tubuh Cora dan tersenyum menggoda, senyuman yang membuat Cora bergendik ngeri melihatnya. “Apaan sih? udah malam jangan

