CHAPTER 39

2155 Kata

“Aaron lama sekali ... ngapain sih di dalam?” Setelah ngambeknya hilang, Juvenal mulai mengeluh. Bosan main kartu dan Aaron masih saja belum keluar dari ruang interogasi. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, mulai putar-putar tak jelas di ruang depan kantor Manaka. “Interogasikan? Mustahil sebentar.” Anak buah Manaka menjawab dengan malas. Ini baru lima belas menit sejak Aaron mengurung diri dengan anak buahnya di dalam sana. Biasanya malah sampai berjam-jam dan tidak ada yang berkata itu lama. Memang Juvenal saja yang tidak sabaran. “Soal apa sih?” Sudah begitu mau tahu urusan orang. Bertanya penasaran, tapi ekspresi muka tak sinkron. Malah, sekarang Juvenal sudah sibuk main ponsel, kirim foto c***l dirinya ke Richard dengan tujuan menggoda. “Mencari Manaka-san? Eh, atau bukan?” Anak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN