CHAPTER 24

2241 Kata

Seperti biasanya, saat sedang banyak pikiran, Manaka mengungsi ke tempat Hirano. “Ayo pergi minum.” Dia langsung mengajak saat Hirano membukakan pintu. Mengeluarkan kartu kredit Aaron secara tak sengaja. Saat ia melihat benda itu, Manaka membantingnya ke lantai. Hirano yang melihat adegan itu langsung paham. Pertengkaran mereka pasti makin menjadi. “Kalau tak mau biar untukku saja.” Namun, uang tetap nomor satu. Daripada Manaka buang, lebih baik biarkan dia yang pakai.  “Nanti Aaron marah,” jawab Manaka lemah. Ia memungut kembali benda persegi kecil itu. Mau dalam keadaan apa pun, masih juga ada perasaan sentimental yang tersisa. “Memangnya dia tak marah pada tingkahmu saat ini?” “Marah. Aku tidak paham, rasanya semua hal membuatnya marah.” “Yang sabar, Manaka. Ayo ceritakan semua pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN