CHAPTER 25

2525 Kata

Ketika Manaka berpikir masalahnya sudah selesai, Aaron kembali mengungkit. Si domba jahat bertanya, “Jadi apa yang sebenarnya terjadi dengan Reno?” Muka Manaka berubah kecut seketika. Dia hanya mau menikmati sarapannya, dan Aaron merusak pagi hari indah itu hanya karena rasa cemburu tanpa batas yang sudah membuat Manaka begitu muak. Manaka mendengus, gigit rotinya dengan cabikan kasar. “Sudah kubilang aku hanya memanasimu saja. Tak ada apa-apa dengannya.” Kapan sih Aaron bisa berpikir lebih terbuka, berhenti terus memandangnya begitu negatif? “Kau pikir aku i***t? Dia tak akan membantumu tanpa bayaran, katakan apa yang kau janjikan padanya.” Oh, rupanya ini yang Aaron maksudkan. Manaka pikir dia masih dituduh main serong, ternyata hanya cemas toh. “Mencari temannya,” jawab Manaka. Nada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN