Sepulang dari rumah sakit, Atsusi langsung mendatangi apartemen Emery. Dia ditemani oleh dua orang anak buah. Aaron yang membukakan pintu. Ia menatap penasaran pada dua orang pria yang ia kenali sebagai penghuni kediaman Kusaka. “Kali ini Manaka berbuat apalagi?” tanya Aaron tak sabaran, langsung mengasumsikan kalau mereka datang untuk melapor soal apa yang Manaka lakukan. “Bukan itu, Aaron-san. Kakakmu yang membuat masalah, dia menembak tuan muda kami.” “Dia pacar Manaka? Bukan perempuan yang tadi?” Atsusi menunjuk muka Aaron, baru sadar sekarang setelah segala drama tadi. “Itu kakaknya, Atsusi-san.” Atsusi merasa kesal, jadi dia tertembak hanya karena salah orang? “Siapa yang bilang itu dia tadi!” “Tidak tahu.” Atsusi makin kesal lagi karena anak buahnya menanggapi dengan enten

