Awan terlonjak kaget ketika Adel tiba-tiba berteriak keras. Awan menoleh dan dilihatnya Adel sudah mengangkat selimut, menutup akses pandangannya ke layar lebar di hadapan mereka. “Kamu … takut?” tanya Awan. Adel menoleh pada Awan, masih dengan selimut terangkat di depannya. “Aku kaget. Tadi itu … munculnya terlalu mendadak.” “Oh, iya.” Awan manggut-manggut. Iyain saja, daripada Awan yang jadi hantu bioskop. “Apa ini gara-gara di kanan-kiri sama di depan kita nggak ada orang, ya?” tanya Adel. “Hawanya dingin banget.” Untuk pertama kalinya sejak Awan mengenal Adel, ia sadar, Adel bisa tidak masuk akal juga. Kan, memang di sini ada AC-nya. Lagipula, fungsi selimut yang ada di sini kan agar mereka tidak kedinginan, bukan untuk menutup layar seperti yang dilakukan Adel saat ini. Siap

