Malam itu, Awan tak bisa berhenti tersenyum. Setelah kencan mereka tadi, malamnya juga mereka makan malam bersama. Candle light dinner yang sesungguhnya, bukan menggunakan lilin seperti saat mati lampu di villa dulu. Bahkan, ketika mereka pulang tadi, Adel berterima kasih untuk permen kapasnya. Haduh, Neng, kalau cuma permen kapas sih, Bang Awan siap ngeborong semua permen kapas di dunia demi Neng Adel. Awan tertawa sendiri setelah mengucapkan kalimat itu dalam pikirannya. “Woy!” Bentakan itu menghentikan tawa Awan. “Kesambet nggak kira-kira!” Nugie menatap Awan kesal. Awan berdehem. Memang, ketika Awan pulang tadi, ketiga temannya sudah menunggu di depan pintu apartemennya, duduk di lantai sambil main ABC 5 dasar. “Lo kenapa, sih?” tanya Nugie heran. “Sejak lo balik tadi, lo ane
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


