Adel menutup laptopnya setelah selesai mengecek laporan dan desain final kafe terbarunya dari Siska. Adel mengangkat kedua lengan ke atas, meregangkan tubuh, lalu menoleh menatap jam dinding. Sudah jam lima lewat. Adel sampai melewatkan sesi fotonya dengan Awan sore ini. Tak apalah. Toh, ini malam terakhir mereka di sini dan besok mereka akan pulang ke apartemen. Adel pergi dulu untuk mandi sebelum keluar dari kamar. Ia mengecek keberadaan Awan lebih dulu dari lantai dua. Seperti biasanya, pria itu ada di ruang tamu, tampak fokus dengan laptopnya. Namun, dia tidak lagi melakukan monodrama seperti sebelum-sebelumnya. Adel memperhatikan bagaimana kening Awan berkerut ketika pria itu begitu fokus. Tangan kanannya memegang pen tablet. Pria itu mengetuk-ngetukkan pen tablet ke kepalanya pel

