Begitu Adel keluar dari apartemen Awan, ia tak langsung pergi ke apartemennya. Ia berdiri di tengah koridor, menatap dinding putih di depannya. Kembali terngiang semua kata-kata yang ia lontarkan pada Awan. Adel memejamkan mata. Ia hanya … tak tahu harus melampiaskan kemarahannya pada siapa saat ini. Tiba-tiba kakeknya meneleponnya, menanyakan apakah Adel sungguh membayar Awan untuk menikah dengannya. Kakeknya menyebutkan tentang webtoon yang ditulis Awan. Tak cukup hanya sampai di situ, keempat sepupunya menelepon hanya untuk mengolok dan menertawakannya. Belum lagi rumor-rumor di luar sana yang ditanyakan Siska padanya tadi. Adel mengerang dan menjambak rambutnya sendiri, frustrasi. Saat itulah, pintu di belakangnya terbuka, lalu didengarnya suara Awan, “Aku harus gimana buat mem

