31. NYERI

1301 Kata

Kana mengunci pintu kamarnya dengan gerakan amatir, lalu ia berdiri dan menempelkan punggungnya di daun pintu. Kana mendongak ke atas ketika merasa pelupuk matanya memberat. Pandanganya mulai mengabur. Lagi-lagi Kana gagal menahan semua air matanya agar tidak keluar. Cewek itu terisak lirih sambil membungkam mulutnya agar tidak menimbulkan suara yang keras. Kana kemudian merosot dan duduk di lantai. Kana membiarkan air matanya menggenangi kedua pipinya. Ia perlu menenangkan diri, dan menangis adalah jalan satu-satunya yang ia miliki. Kana memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya diantara lipatan lutut. Kana merasa bodoh karena sudah menangis. Ya, walaupun ia sedikit merasa tenang, tapi menangis adalah tindakan pengecut. Ini pilihannya, harusnya Kana tidak merasa bermasalah. Hut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN