Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi belum ada tanda-tanda jika mereka akan segera tiba di puncak. Sedangkan saat ini, Naufal dan Kanaya tengah tertidur sangat pulas. Tinggallah Arnaf dan Alina yang masih on matanya, secarakan Arnaf mengendarai mobil, tapi Alina? Dia tidak bisa tertidur dan masih memikirkan kemungkinan apa yang terjadi. Drttt drttt Alina tersentak kaget, ia melihat siapa penelpon dimalam hari, namun ketika mengetahui siapa yang menelfonnya seketika raut wajahnya berubah drastis. "Ada apa Alina? Siapa yang telfon?" tanya Arnaf, yang melihat perubahan raut wajah Alina melalui spion tengah. "Bukan urusan kamu." "Sekarang sudah menjadi urusanku, karena aku sudah mengambil keputusan besar, yaitu membantumu kabur." jawab Arnaf, masih dengan mengamati wajah Alina dari

