Lamaran

736 Kata

Hari yang terasa berat Alina rasakan. Saat ini, kedua orang tua Arnaf sedang berbicara serius dengan kedua orang tua Alina. Mereka membicarakan tentang lamaran yang ajukan Arnaf bebrapa menit yang lalu. Alina rasa orang tuanya tak akan menolak Arnaf, ya jelas. Siapa yang menolak lamaran dari anak pengusaha kaya di Indonesia? Cih, Alina merasa muak dengan orang tuanya. Mereka hanya melihat dari segi materi. "Ya, saya menerima lamaran putra Anda. Jadi kapan ditentukannya tanggal pernikahan?" Itu suara Fandi, ayah Alina. "Menurut saya, lebih cepat lebih baik. Bagaimana kak Arnaf?" "Iya, Arnaf setuju abi." jawab Arnaf pasrah. Dari sudut mata Alina, ia bisa melihat jika Arnaf sedari tadi tidak menatapnya sama sekali. Lelaki itu malah asik menatap kearah samping. Cih "Bagaimana jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN