Istikharah

1002 Kata

Alina pov Aku tak tau harus apa sekarang, yang pasti aku saat ini bingung dan takut. Iya takut, takut dengan niat Arnaf yang ingin menikahiku. Bukannya apa, selama ini aku selalu mengabaikan Arnaf dan tak menganggap keberadaannya, bahkan aku selalu emosi jika berdekatan dengan dia. Hanya karena dia yang pernah mendekatiku dengan cara yang membuatku, seprti tidak ada harga dirinya. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Tolong siapa pun bantu  aku, menerimanya atau menolaknya. Aku bingung. Drtt drtt Suara ponselku terdengar, pertanda ada panggilan yang masuk. Segera aku mengambil ponsel dan melihat siapa gerangan yang menelfon ku malam-malam seperti ini. Ternyata Kanaya, tapi kenapa gadis itu menelfonku? "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucapku ketika telfonnya tersambung.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN