Saat ini keadaan sangat tegang, Reina--mommy Alina menatap tajam sang putri, "Kenapa kamu berniat kabur Alina?" Alina diam, ia takut untuk menjawab. Bukan takut karena apa, ia takut tidak bisa mengontrol emosi, jika menjawab pertanyaan sang ibu. "Alina jawab!" bentak Reina. Alina menghela nafas kasar, ia mendongak menatap sang ibu, "Apa aku harus diam saja, saat mommy mau menikahkan ku dengan pria penjahat kelamin itu hah?" "Kamu tidak boleh menolak menikah dengannya Alina. Jika kamu menikah dengan dia, karir mommy akan semakin sukses Alina. Mau dia penjahat kelamin atau tidak, kamu akan tetap mommy nikahkan dengan dia." tegas Reina. Alina yang sudah marah bercampur kecewa, menatap mommy nya dengan tatapan tajam dan terluka, "Mommy itu sama aja kayak daddy, sama-sama egois. Kalian ga

