Malam ini, Arnaf berniat mengajak Alina untuk menghadiri pesta kantor yang diselenggarakan di hotel ternama. Itung-itung juga membuat suasana hati istrinya itu lebih membaik. Dan sekarang ini, Alina tengah rapi dengan gamis biru tuanya, dengan kombinasi motif batik dibagikan bawahnya. Sedangkan Arnaf, lelaki itu sendiri sudah tampan dengan kemeja biru tua dan jas hitamnya. "Ayo sayang. Acaranya sebentar lagi mulai." Arnaf memakai jam tangannya, dan berbicara tanpa melihat kearah Alina. "Iya ayo." Mata Arnaf menatap binar kearah Alina. Betapa cantiknya sang istri. Jika tau seperti ini, Arnaf tidak akan mengajak istrinya ini ke pesta. Bisa-bisa istrinya manjadi pusat perhatian para lelaki di sana. Tapi, yasudah lah. Lagipula dandannya istrinya tidak berlebihan, malah terlihat biasa saja

