Indahnya pernikahan

1000 Kata

Semilir angin malam semakin menusuk ke tulang-tulang. Menggelegar nya petir sedikit membuat Alina tak kuat berdiri lama-lama di balkon, ia semakin mengeratkan jaketnya dan berjalan masuk kedalam kamar. Disana-diatas tempat tidur, ada Arnaf yang tengah tertidur pulas setelah beberapa jam lalu mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri. Alina rela, ia ridho dan ikhlas. Karena sesungguhnya memang itu hak bagi Arnaf. "Naf, bangun. Udah jam 2 ini, ayo sholat tahajud." ucap Alina. Tapi sepertinya Arnaf tidak memberikan respon. "Ayo bangun dong." "Hmm, iya." jawab Arnaf lirih. Lelaki itu masih mengantuk, jelas karena mereka baru tidur pukul 12 malam. Arnaf menggeliat kecil, dengan mata yang masih terpejam ia berusaha untuk duduk dan bersandar dikepala ranjang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN