Pagi ini Alina sudah kembali bersekolah, sebenarnya ia enggan untuk masuk. Tapi mengingat seminggu lagi diadakan ujian kelulusan, bisa tidak bisa ia harus semaksimal mungkin dalam mengikuti pelajaran. Tidak lucu jika nilai ujian Alina jelek, hanya karena masalah perkataan Naura. Seperti saat ini, Alina tengah menghafalkan rumus fisika di buku paket. Setelah guru pembimbing keluar, Alina sudah sibuk sendiri dengan buku tebalnya. "Lin, keluar yuk laper nih perut." rengek Kanaya untuk sekian kalinya. "Kalo kamu mau ke kantin, duluan aja. Ini nanggung tau Nay, kurang 39 halaman lagi." Kanaya yang mendengarnya menunduk lesu. Begini nih jika bersahabat dengan orang pintar, pelajaran yang dinomor satukan. "Kalo your husband tahu istrinya ngelewatin makan siang, kena ceramah kamu." desis Kana

