Setelah perdebatannya dengan sang istri, Arnaf memutuskan tidak akan kembali ke kantor. Lelaki itu dengan susah payah mencoba meminta maaf kepada Alina, namun hasilnya sia-sia. Apalagi setelah kepulangan Kanaya dan baby El. Alina sama sekali tidak mendengarkan perkataan Arnaf, bahkan cenderung mengabaikan. Sekarang, yang salah siapa. Dia istri dari tuan rumah, tapi disuruh-suruh seperti pembantu. Mungkin terlihat sepele. Iya sepele, jika saat ini kondisi Alina tidak tengah hamil besar. Alina mau saja jika dimintai tolong untuk membuatkan Mona jus. Tapi lihatlah, Alina tengah hamil besar, bahkan untuk membuat manisan mangga, dilanjutkan oleh Kanaya. Lagipula Mona juga tidak lumpuh atau cacat, sehingga membuat jus saja tidak bisa. "Sayang, buka pintunya. Sayang aku minta maaf, aku akan

