Semenjak kejadian dimana Alina menangis karena cemburu dengan Mona. Saat itu juga Arnaf mulai menjaga jarak dengan sepupunya tersebut. Sudah berjalan sekitar satu bulan lebih, sikap Arnaf juga berubah kepada Mona. Sekarang Arnaf tahu, bahwa Mona benar-benar sudah menaruh hati untuk dirinya. "Mas aku gak kuliah hari ini ya, badan aku lagi gak enak." gumam Alina dari balik selimutnya. Arnaf mengangkat sebelah alisnya, dia mendekat dan menempelkan telapak tangannya pada dahi sang istri. "Gak panas." "Ya emang enggak mas, gak tau dari seminggu kemaren juga kayak gini. Bawaannya capek semua, lemes sama mual-mual. Kayaknya aku masuk angin deh." Arnaf mendekat, ia mengelus rambut Alina lembut. "Iya, kamu istirahat di rumah! Jangan macem-macem ya, awas kamu ngelakuin hal yang bisa buat kamu c

