Maaf Sayangku

816 Kata

Sudah satu Minggu ini Alina mendiamkan Arnaf, tapi wanita itu sama sekali tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri. Ia masih menyiapkan keperluan Arnaf, seperti baju untuk ke kampus atau setelan formal untuk ke kantor. Semua Alina lakukan seperti biasanya, hanya berbicara saja ia yang jarang. Hal itu membuat Arnaf uring-uringan sendiri, setiap pagi tidak ada obrolan ringan untuk mewarnai meja makan. Bahkan malam, seusai berjamaah isyah, mereka sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Entah Alina sibuk dengan makalahnya atau Arnaf yang sibuk dengan dokumen kantor. Tapi, kini Arnaf tahu apa yang sudah membuat Alina puasa berbicara panjang terhadapnya. Bukan karena dirinya yang mencari jawabannya sendiri, melainkan mendapatkan jawabannya dari Kanaya. Memang terlihat tidak berusaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN