Nostalgia Paman dan Ponakan

1268 Kata
Kevin menatap ke luar jendela kamarnya.Rumah baru keluarga Hardi lebi megah dari yang sebelumnya. Tak lama kemudian, Darren masuk ke dalam kamar dan memecah lamunannya. Bocah pendek gemuk dan chubby berusia 13 tahun langsung naik ke atas ranjangnya sambil berkata "Paman kecil, ayo tidur bareng sekalian nostalgia." Kevin terkejut dengan sifat Darren yang berubah pesat. Dulu saat dia pergi, bocah itu masih berusia 10 tahun dengan sifat penakut, pemalu, dan cengeng. Apa yang membuat dia berubah dlm 3 tahun ini? Kevin naik ke atas ranjang lalu mematikan lampu meja. "Mau nostalgia apa?" Tanya Kevin dengan suara dingin. Darren terdiam, "Tidur bareng.. dulu kan kita selalu tidur bareng. Sampe sebelum kamu kabur dari rumah aja kita masih sekamar. Nostalgianya ya tidur bareng." Jawaban santainya mengagetkan Kevin, dia pikir Darren bercanda tetapi saat dia hendak berbicara lagi. Hembusan nafas Darren telah melemah, dia sungguh-sungguh sudah tidur. 3 hari Kevin tidak keluar dari kamar. Dan Darren setiap malam selalu tidur di kamarnya. Tanpa bicara dan langsung tertidur pulas. Awalnya Kevin merasa risih tetapi sampai hari ketiga perasaan risih dan insecure nya berubah jadi penasaran. "Kenapa selalu tidur di sini saat malam hari?" Tanya dia sebelum Darren tidur. Darren hanya tersenyum dan menjawab singkat "Nostalgia." "Tiga hari belum cukup nostalgianya?" Kevin bertanya dengan ketus dan blak-blakan. Tetapi detik berikutnya dia sudah menyesali pertanyaannya. Dia tidak pernah berbicara ketus pada Darren sejak mereka kenal. "Maaf.. cuma aku merasa kamu bukan tipe yang melakukan tindakan tidak perlu." "Hah! Bocah tua ini masih ingat sifat ku seperti apa?!" Batin Darren. Tetapi dia tidak menjawab pertanyaan Kevin dan memilih untuk tidur. Sampai hari kelima Kevin akhirnya mengerti maksud Darren. Nostalgia! Sejak dulu dia slalu bersikap seperti itu pada Darren. Dia tidak pernah bertanya apapun dan hanya menemani Darren, banyak orang yang bilang kalau Darren seperti ekornya Kevin. Kemanapun Kevin pergi, Darren selalu ngekor. Tapi kenyatannya beda! Kevin lah yang mengikuti Darren, sampai Darren perlahan membuka hatinya dan mulai curhat ke Kevin. "Kak Hardi menyuruhku berpikir tentang apa yg akan aku lalukan. Aku gak tau ren.. aku tidak lulus SMA. Sekarang aku gak tahu harus melakukan apa supaya bisa membantu Kak Melin." "Home schooling sambil kerja di kantor." Jawb Darren santai. Kevin membelalakkan mata menatap bocah kecil yang tidur di sampingnya. Dia tidak percaya dengan apa yg di dengarnya. Masalah yang di pikirkan Kevin selama 5 malam! Sudah dipecahkan Darren dengan mudah. Dia tahu Darren cerdas bahkan mendekati jenius. Tapi dia gak tahu ternyata sejenius ini! "Thanks bro!" Kata kevin sambil memeluk Darren dengan riang. Darren hanya menghela napas sambil berkata "Tidur!" Esoknya di hari keenam Kevin keluar kamar dan mengutarakan pendapatnya di depan Hardi sekeluarga. Melin yang mendengar ucapan Kevin langsung menoleh ke arah Darren, karena dia sangat mengenal adiknya. Semakin mudah suatu masalah, maka dia akan semakin bimbang. Jika mengandalkan otak dan pemikiran Kevin, 6 hari tidak akan cukup untuk menemukan solusinya. Darren hanya tersenyum manis sambil menyandarkan kepala di bahu Maminya. Melin semakin yakin akan kemampuan anak imutnya itu. Dan tidak salah lagi jika dia akan segera mendidik Darren sebagai penerus Keluarga Wijaya dan Candra sekaligus. Malamnya, Melin mulai mengutarakan maksudnya pada Hardi : "Aku ingin Darren menjadi calon penerus Keluarga Wijaya dan Candra. Dalam waktu dekat aku ingin menyatukan kedua perusahaan menjadi perusahaan CandraWijaya. Pa, bagaimana menurutmu?" Hardi terdiam sejenak, dia tahu cepat atau lambat mereka harus membahas masalah ini. Dan dia tahu istrinya akan menyadari kemampuan Darren. Meski sejak kecil Hardi selalu tegas bahkan kaku dalam mendidik Darren, tetapi dia yang paling mengenal anaknya itu. Cerdas mendekati licik, penuh kewaspadaan sampai setiap langkah akan dihitung. Yang terutama adalah keras kepala, walau tampak lembut dan penurut tetapi jika dia memiliki tujuan, dia tidak akan ragu melakukan apapun untuk mencapai tujuannya. Kejam pada orang lain tetapi juga sanggup kejam pada diri sendiri. Calon penerus sempurna bagi keluarga mereka. "Baiklah." Jawab Hardi singkat. "Satu lagi pa, kata Darren dia kepengen punya adik." Kata Melin sambil tertawa riang. Hardi seolah sudah dapat menebak isi pikiran Darren, lalu menjawab : "Besok kita ke rumah sakit untuk periksa, bagaimanapun juga usia kita sudah tidak muda lagi. Karena Kevin telah kembali, kita bisa ambil liburan beberapa hari." Melin hanya tertawa mengiyakan sambil berpikir : "Ayah dan anak punya pemikiran yang sama." ................ Beberapa tahun berlalu dengan cepat. Kevin memasuki usia 22 tahun dan semakin tampan. Tubuhnya tinggi dan kurus dengan kulit putih bersih, wajahnya apalagi tampan bukan main! Keturunan Keluarga Candra masih memiliki darah campuran chinese dan semua cantik juga tampan. Kevin yang paling tampan dari semua saudara dan keponakannya. Kalau jadi artis pasti akan langsung memikat banyak abg muda! Dengan susah payah dia berhasil menyelesaikan SMA lalu masuk kuliah di salah satu universitas bisnis terbaik di Jakarta. Tetapi dalam urusan pekerjaan, tidak bisa di bilang lancar. Karena perusahaan CandraWijaya telah bergabung dengan Direktur Utama adalah Kakaknya sendiri. Banyak dewan direksi yang ragu akan kemampuannya. Tidak jarang Hardi dan Darren harus membantunya. Sementara Darren sendiri sudah tumbuh menjadi remaja dengan beban berat di pundaknya. Sejak perusahaan CandraWijaya bergabung, posisinya sebagai pewaris sudah diumumkan secara resmi. Usianya baru menginjak 16 tahun tetapi dia sudah harus sekolah dan belajar tentang kondisi perusahaan. Di tambah dengan sikap tegas dari ayahnya, beban Darren semakin berat. Dari bocah gemuk perlahan dia berubah menjadi remaja kurus tetapi pipi chubby nya itu tetap tidak bisa hilang. Semakin tumbuh semakin imut kalau kata Kevin menggodanya. Soal pacar Darren cuma sempat dekat dengan teman sekelasnya Elisa, status pacaran tapi gandengan aja gak pernah. Bahkan hubungan mereka kandas di usia Darren yang ke 17 karena Elisa harus kuliah ke Amerika. Berbeda dengan Darren, kisah pacaran Kevin bisa dibilang berdarah-darah. Dalam arti sebenarnya! Tepat saat Kevin berusia 22 tahun pacarnya menusuk Kevin dengan belati buah dalam kamarnya sendiri. Untuk menghindari tusukan, Kevin menggunakan tangan menahan pisau itu. Teriakan mereka membuat seluruh Keluarga Hardi mendobrak masuk ke dalam kamar Kevin. Dan darah telah bercucuran dari tangan Kevin. "Kamu sangat menjijikkan! Bisa-bisanya kamu memanfaatkanku! Kamu terlalu menjijikkan!" Kemudian wanita itu berlari keluar. Darren segera masuk untuk memapah Kevin, sementara Melin dan Hardi ikut mengejar wanita itu. Entah perasaannya saja atau apa, tetapi Darren merasa wanita itu sebelum keluar sempat melotot padanya. Kemudian mereka bergegas ke rumah sakit. Sebelum pergi Kevin mengunci kamarnya dan berkata pada para pelayan "Jangan ada yang masuk, aku sendiri yang akan mengurusnya! Tuan dan Nyonya Besar juga tidak boleh. Bilang itu adalah permintaanku." Lalu dia melihat sekilas ke arah diary yang tergeletak di ranjang dan pergi bersama Darren. Di rumah sakit, Darren emosi berat. Dia butuh jawaban! "Kamu bilang apa yang terjadi antara kalian! Kalau tidak aku akan segera melaporkan wanita itu!" Kevin hanya tersenyum lemah melihat Darren "Aku yang salah, anggap saja aku sudah selingkuh." Jawaban Kevin malah membuat Darren semakin emosi. "Anggap saja?!! Kevin emang ada selingkuh semacam itu?!" Kevin menggenggam tangan Darren dengan tangannya yang sehat, lalu sambil tersenyum dia berkata : "Kamu kalau marah itu sangat menggemaskan, wajahmu jadi semakin chubby." Darren tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Kevin, kamu terluka. Tindakan wanita itu tindakan pidana! Biarpun kamu bersalah terlebih dulu tetapi tindakan pidana tetap salah!" Kali ini Kevin malah mencubit pipi Darren sambil berkata : "Hal yang terjadi hari ini tak akan terulang lagi. Sudah jangan marah yaaa." Setahun kemudian saat Kevin mengenalkan Leroy, Darren baru paham apa yang terjadi pada Kevin dan mantan gilanya itu. Kevin gay dan memanfaatkan wanita itu untuk menutupi dirinya yang gay! Kesimpulan ini tidak sulit untuk ditebak oleh Darren. Malamnya Darren tiba-tiba ingin tidur bareng Kevin. Kevin sudah dapat menebaknya. Dari sifat penasaran dan kepo akut, bocah itu pasti akan menanyakan banyak hal padanya. Dia hanya tersenyum lemah memikirkan pertanyaan yang akan keluar dari mulut cerewet itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN