Part 15: Dia Berubah

739 Kata
Caca turun dari tangga menuju meja makan. "Bau bau pertengkaran nih." Ucap Devin "Apaan sih lo?!" Balas Caca ketus "Pertengkaran?" Tanya Renata "Gak kok ma." Jawab Caca "Yaudah makan dulu." Ujar Anton Mereka makan dengan tenang sampai tuh nasi nasi ludes semua. "Yaudah aku duluan ya Pa, Ma." Pamit Devin "Eh-bentar. Gue sama lo ya?" Tanya Caca "Gue sih oke oke aja." Jawab Devin "Kok kamu sama Devin? Al mana?" Tanya Anton "Eh-Itu Al di-dia lagi gak enak badan Pa." Jawab Caca gugup. Anton hanya mengangguk. "Yaudah ayo donk. Ntar gue telat." Ujar Devin "Iya iya. Yaudah kalau gitu Caca kesekolah ya Pa, Ma" Pamit Caca. ☘☘☘☘☘ Caca berjalan jalan dia area sekitar taman sekolah sebelum memasuki kelasnya. Dan menemui Al sedang duduk menyendiri di sebuah bangku panjang paling pojok taman. "Al?" Panggil Caca Al menoleh. "Aku boleh duduk disini?" Tanya Caca Al mengangguk "Aku minta maaf ya Al" Ucap Caca "Gak usah dibahas." Potong Al "Kata Devin kamu hampir kecelakaan ya karna mau beli hadiah yang kemarin kamu kasih ke aku?" Tanya Caca "Baru tau?" Tanya Al balik Caca mengangguk. Al tersenyum miris lalu beranjak dari sana. "Loh Al kamu mau kemana?" Tanya Caca "Ngapain kamu nanya? Bukannya kamu gak peduli ya?" Tanya Al menyindir. "Tapi Al aku kan-" Ucapan Caca terpotong saat Al sudah pergi meninggalkannya. Caca menghembuskan nafas berat. Caca menangis. Al benar benar berubah semenjak kejadian kemarin. "Yaampun Caca!!! Dari tadi kita cari- eh Caca lo kenapa nangis?!" Tanya Shaffa diikuti Adel dan Tata. "Al marah sama gue." Jawab Caca "Kok bisa?" Tanya Tata Caca menceritakan semuanya. Termasuk Al yang berubah semenjak kejadian itu. "Yaampun panteslah dia kayak gitu. Dia pasti kecewa Ca." Ujar Adel "Tapi masa cuman gara itu dia marah sih." Ucap Caca "Cuman kata lo?! Lo pikir dia gak sakit hati apa?" Ucap Shaffa kesel. "Tapi gue tuh gak tau kalau soal kejadian itu." "Iyain biar cepat" Ucap Shaffa "Lagian ya. Lo bilang lo gak sayang sama dia. Terus kenapa lo sampai nangis nangis kayak gini?" Tanya Tata "Gue gak tau." Jawab Caca polos "Lo gak tau? Itu namanya lo udah sayang sama dia bego." Ujar Shaffa kesal. 'Apa iya?' Batin Caca "Tau nih. Udah deh gak usah nangis. Kita ikutin aja alur permainannya." Ucap Tata "Maksud lo?" Tanya Caca "Ntar lo bakalan ngerti kok Ca." Jawab Tata. "Yaudah yuk ke kelas!" Ajak Adel. Mereka mengangguk. Lalu beranjak dari sana. Tanpa mereka sadari ada yang mendengar percakapan mereka. "FRISHKA?!" Teriak Aliffa "Apaan sih lo?! Gak usah teriak juga kali. Gue gak tuli." Ucap Frishka Kesal. "Gue ada berita." Ujar Aliffa. "Berita apa?" Tanya Ghi "Al lagi marahan sama Caca." Jawab Aliffa Senyum Frishka mengembang. "Lo tau dari mana?" Tanya Ghi "Gue dengar pembicaraan mereka berempat tadi." Jawab Aliffa "Bagus. Kita bisa mulai rencananya sekarang." Ucap Frishka sambil tersenyum sinis. Ghi dan Aliffa mengangguk. ☘☘☘☘☘ "Hai Al." Sapa Frishka Al mengangguk dan tersenyum tipis. "Masih cuek aja." Ucap Frishka "Serah gue." Ujar Al "Aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu." Ujar Frishka "Yaudah sih. Udah lama juga." Ucap Al "Serius nih?" Tanya Frishka dengan senyum mengembang. Al hanya mengangguk. "Maaf. Gue mau tanya. Ruang kepala sekolah dimana ya?" Tanya seorang cewek. "Ohh.. Lo lurus aja dari sini terus belok kanan lalu belok kiri ntar ada koperasi dibelakangnya ruang kepala sekolah." Jelas Al Cewek itu tidak berkedip. "Ngerti?" Tanya Al "Gak." Jawab cewek itu polos. Al terkekeh dan membuat cewek itu terpaku. "Yaudah biar gue anterin." Ucap Al "Eh- Kok kamu sih? Suruh aja yang lain." Ucap Frishka "Gak usah. Ini tugas dari bokap gue." Ucap Al Mereka beranjak dari sana. 'Kayaknya gue bakalan punya saingan baru.' Batin Frishka "Eh- Lo masih disini?" Tanya cewek itu setelah keluar dari ruang kepala sekolah. "Iya" Jawab Al "Ngapain?" Tanya cewek itu. "Anak baru?" Tanya Al balik "Maksudnya?" Tanya cewek itu "Lo anak baru?" Tanya Al lagi. "Iya. Kenapa?" Tanya cewek itu. "Gak apa apa." Jawab Al "Lo mau gak nganterin gue ke kelas ini? Lo tau kan?" Tanya cewek itu sambil menunjukkan sebuah kertas yang diberi kepala sekolah. "Boleh. Tau banget malah." Jawab Al "Tau banget? Lo sering kesana?" Tanyanya. "Sering." Jawab Al "Ngapain? Kelas lo ya?" Tanya cewek itu. "Gaklah. Lo mah adek kelas." Jawab Al "Terus ngapain?" Tanya cewek itu lagi "Kelas Caca." Jawab Al "Caca?" Tanyanya lagi dan lagi. "Iya. Pacar gue." Jawab Al 'Ohh.. Dah punya pacar' Batin cewek itu. "Oh iya, By The Way nama gue Claudia Evelyn." Ucapnya "Alanno Gery Dirgantara." Ucap Al "Dirgantara? Pemilik sekolah donk?" Tanya Claudia "Anaknya lebih tepat." Jawab Al "Kok wajah lo kayak gak asing ya." Ucap Claudia "Wajah gue pasaran kali." Ucap Al " Tunggu deh bentar. Dirgantara ya? Hmmm.. Yaampun Al. Lo sahabat kecil gue. Dah lama banget kita gak ketemu semenjak gue ke Amerika" Ucap Claudia sambik memeluk Al. "Ohh.. Lo yang waktu itu nangis-nangis gak mau ninggalin gue kan?" Tanya Al "Iya. Kangen banget gue sama lo." Ucap Claudia "Gue juga." Ujar Al sambil tersenyum. 'Ya Tuhan kuatkanlah hambamu ini. Senyumnya manis banget.' Batin Claudia 'Kok gue gak cuek cuek amat ya? Padahalkan udah lama gak katemu.' Batin Al.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN