Ting tong! Ting tong! Ting tong!
Bel rumah Caca berbunyi. Caca segera berlari kearah pintu untuk membukanya.
"Kamu ngapain sih?" Tanya Caca setelah membuka pintu dan melihat sosok laki laki yang tidak asing baginya.
"Mau rawat kamu." Jawab Al. Ya. Laki laki itu bernama Al. Pacar Caca.
"Ngapain coba?" Tanya Caca
"Emangnya salah?" Tanya Al balik
"Au ah" Ujar Caca
Mereka tiba dikamar Caca.
"Kamh sendirian?" Tanya Al
"Iya." Jawab Caca
"Orang tua kamu mana?"
"Kantor."
"Kamu sakit apa? Demam atau pusing biasa?"
"Pusing biasa kok"
"Perlu kerumah sakit?"
"Kamu kok jadi cerewet gitu sih?"
"Cuma sama kamu aku kayak gini"
"Aku tuh cuma pusing Al. Gak perlu dibawa kerumah sakit."
"Dapur mana?"
"Ha?"
"Dapur kamu dimana?"
"Dibelakanglah"
Al hanya ber-oh. Lalu pergi dari hadapan Caca.
'Apa dia marah?' Batin Caca.
Al datang dengan semangkuk bubur ayam yang entah sejak kapan ia beli.
"Nih makan" Ujar Al
"Gak mau" Tolak Caca.
"Ntar kamu makin sakit. Makan ya?" Pinta Al
"Tapi sedikit aja yaa?" Tanya Caca
Al mengangguk.
Al terus menyuapi Caca sambil memperhatikan Caca yang sedang menonton Televisi.
"Habis ini kamu istirahat." Ujar Al.
"Tidur maksudnya?" Tanya Caca
Al mengangguk.
"Terus kamu gimana?" Tanya Caca
Al tersenyum tipis. Ternyata Caca masih memikirkan dirinya.
"Aku nunggu dibawah aja." Jawab Al.
Caca mengangguk.
"Remote sama Hp kamu aku simpan dulu. Ntar kamu malah gak tidur cuma karna benda ini." Ujar Al.
Caca mengangguk lagi.
"Ntar kalau kamu udah bangun. Panggil aku yaa.." Ucap Al
"Yaa." Ucap Caca
Al pun pergi dari kamar Caca.
'Cerewet banget sih.. Untung sayang-ups! Apaan sih..' Batin Caca.
~~~~~~~~~
"Hoaammm.." Caca menguap setelah bangun dari tidurnya dan merasa lebih baik.
"Al mana yaa?" Tanya Caca pada dirinya sendiri.
Lalu dia bergegas turun dari kebawah untuk melihat Al.
Dan benar saja, Dia melihat Al yang sedang tertidur pulas di sofa miliknya dengan sebuah bantal kepala dan selimut berwarna biru yang mungkin diambil Al dari kamar tamu.

Caca mendekati Al yang sedang tertidur itu. Lalu tersenyum. Ia memandangi wajah Al yang tertutupi selimut.
"Apa ini saatnya untuk gue belajar mencintai Al?" Ujar Caca kepada dirinya sendiri.
"Mungkin." Ucap Caca lagi kepada dirinya sendiri.
Tanpa Caca sadari. Al tersenyum mendengar hal itu. Dia sebenarnya sudah bangun sebelum Caca menghampirinya.
Saat Caca berniat untuk pergi dari sana.
Disitulah Al berpura pura baru bangun dari tidurnya.
"Hoamm.." Al menguap.
Caca menoleh.
"Kamu udah bangun?" Tanya Al
"Udah." Jawab Caca
"Sini." Ujar Al sambil menepuk nepuk bagian sofa yang kosong.
Caca menghampirinya.
"Kamu masih sakit?" Tanya Al sambil memegang dahi Caca.
Caca hanya bisa diam. Dia menatap mata Al dengan sangat dalam. Disana dia melihat rasa kekhawatiran akan dirinya.
"Kalau kamu masih sakit, ngomong aja. Biar aku batalin rencana kita buat besok malam." Ujar Al lembut.
Caca tersadar.
"Eh.. Gak kok. Aku udah enakan. Kita pergi ya besok.." Ucap Caca
"Kalau kamu udah enakan kita besok pergi. Tapi kalau kamu masih sakit mendingan gak usah pergi." Ujar Al.
"Kenapa?" Tanya Caca
"Karena kesehatan kamu itu jauh lebih penting daripada acara itu." Jawab Al.
Caca tersenyum mendengar hal itu.
"Yaudah. Kalau gitu aku pulang yaa.. Istirahat yang banyak. Get Well Soon sayang." Ucap Al sambil mengacak rambut Caca.
"Ya. Hati hati ya Al." Ucap Caca.
Al mengangguk lalu pergi dari hadapan Caca.
'Gak tau kenapa.. Gue bahagia banget sekarang..' Batin Caca