"Caca pergi dulu ya ma,pa" Pamit Caca kepada mama dan papanya setelah melihat sosok Al digerbangnya.
Papa dan mama caca hanya mengangguk dan mengucapkan "Hati hati".
"Yuk Al" Ajak Caca setelah berada dihadapan Al
"Kamu udah enakan?" Tanya Al
"Udah kok" Jawab Caca
Al memandangi wajah Caca dengan tatapan dalam. Caca gugup.
"Yuk, Al. A- aku u-udah ada janji sama Shaffa,Adel dan Tata k-kemarin". Ajak Caca gugup.
Al terkekeh lalu mengangguk.
******
Mereka sampai disekolah dengan selamat.
"Aku langsung keruang latihan ya?" Tanya Caca
Al mengangguk. Caca menyerngit.
"Kamu gak mau ikut?" Tanya Caca heran.
Al tersenyum lalu menggeleng.
"Kenapa?" Tanya Caca
"Kantin" Jawab Al
"Ngapain?" Tanya Caca
"Sarapan" Jawab Al.
"Kamu belum sarapan?" Tanya Caca
Al menggeleng.
"Nih, makan bekal aku aja" Ujar Caca
"Kamu gimana?" Tanya Al
"Udah.. Gak apa apa kok. Aku mau diet. Ya udah aku duluan ya." Pamit Caca.
Al mengangguk.
Dahinya mengerut.
'Diet? Bukankah Caca masih langsing seperti biasanya? Emangnya dia mau sekurus siapa?'
******
"Lama banget sih lo." Ujar Adel kesel setelah melihat Caca.
"Lo kan tau semalam gue sakit" Balas Caca
"Sakit apa pacaran lo semalam?" Tanya Shaffa
"Pacaran gimana?" Tanya Caca
"Al semalam kerumah lo kan?" Tanya Tata.
Caca mengangguk.
"Lo ngapain aja disana?" Tanya Adel
"Ngapain apanya sih?" Tanya Caca heran.
"Ck. Mojok gitu?" Tanya Shaffa.
"Ya enggaklah." Jawab Caca
"Yakin nih?" Goda Adel
"I-Iyalah a-apaan sih." Jawab Caca gugup.
"Ciee.. Gugup." Goda Shaffa
"Udah deh lebih baik kita latihan." Ujar Caca.
Merekapun mengangguk.
☘☘☘☘☘
Kringgg!!
Bel pulang sekolah berbunyi (Cepet banget).
Caca segera menemui Al.
"Yuk" Ajak Caca
"Kamu gak lupa kan?" Tanya Al
"Lupa? Apa?" Tanya Caca balik.
"Ntar malam." Jawab Al.
"Oh.. Iya aku ingat. Jadi kan?" Tanya Caca.
Al mengangguk.
Lalu mereka segera pergi.
☘☘☘☘☘☘
Caca merebahkan tubuh dikasur miliknya. Dia kelelahan. Dia berusaha untuk tidur. Tapi hp nya berdering. Tanda ada panggilan masuk.
"Hallo, Ada apa Al?"
"Jangan lupa yaa"
"Iya. Aku ingat kok."
"Kamu yakin udah enakan?"
"Iya kok"
"Beneran nih?"
"Iya"
"Serius?"
Caca muak.
"Iya. Yakin kok sayang."
Al terkekeh.
"Aku sayang kamu juga."
"Apaan sih."
"Ca?"
"Ya?"
"Hmmm.."
"Ada apa sih Al."
"Ntar malam.."
"Iya. Aku ingat kok."
"Bukan."
"Terus?"
"Ntar malam.."
"Kenapa Al? Kamu gak bisa?"
"Bukan itu."
"Ck, terus apa Al?"
"Ntar Malam... tampil yang cantik ya.."
Tut-tut-tut.
Al menutup panggilan itu.
Deg.
Caca blushing.
Pipinya mungkin sudah semerah tomat sekarang.
'Haaa.. Mungkin gue bakalan mimpi indah deh kalau tidur' Batin Caca