Part 13: First Dinner

631 Kata
"Yuk Al" Ajak Caca setelah melihat Al sedang duduk di sofa miliknya. Deg. Al melihat Caca dari atas sampai bawah. Caca terlihat sangat cantik dengan Dress Polkadot berwarna hitam dan putih dan sebuah tas yang ada ditangannya serta dengan rambut terurai dan Make Up natural. 'Natural tapi masih terlihat cantik' Batin Al. "Al? Kok bengong?" Tanya Caca membuyarkan lamunan Al. "Ah- E-enggak kok" Ucap Al "Kenapa? Ada yang salah sama aku?" Tanya Caca "Cantik" Gumam Al "Ha? Apa?" Tanya Caca "Gak- Gak ada apa apa. Yok!" Ujar Al sambil mendahului Caca. Caca menyerngitkan dahinya. Dan lebih menyerngitkan dahinya ketika melihat Al berjalan. "Al?" Panggil Caca Al menoleh kearah Caca. "Kaki kamu kok pincang? Ada yang sakit?" Tanya Caca "Gak kok." Jawab Al "Terus kenapa kamu pincang gitu jalannya?" Tanya Caca lagi. "I-ini tadi tuh cuman k-keseleo aja. Yaudah ayo nanti kita k-kemalaman perginya." Jawab Al sambil mendahului Caca. 'Kenapa Al jawabnya gugup begitu?' Batin Caca ****** "Wahh.." Ucap Caca kagum melihat sebuah restoran terkenal sedang berdiri kokoh di hadapannya. "Kenapa?" Tanya Al "Kamu serius ngajak aku makan disini?" Tanya Caca Al mengangguk. "Ya ampun Al. Ini kan restoran mahal kalau kita makan disini pasti kamu bakalan keluarin uang banyak" Ujar Caca. "Gak apa apa" Ucap Al "Terserah deh. Tapi kalau nanti uang kamu habis aku gak tanggung jawab ya? Aku makannya banyak banget loh.." Ucap Caca sedikit mengancam. "Iya sayang" Jawab Al tenang. Al terkekeh. 'Badan krempeng kayak gitu ngaku makan banyak' Batin Al. Oke. Biar Author jelasin. Badan Caca itu sebenarnya gak krempeng. Tapi cuma kekurusan doank (Eh bukannya sama aja ya?). Iihh.. Pokoknya badan dia itu langsing atletis gitu dehh.. "Bukannya kamu lagi diet?' Tanya Al. "Ha? Oh e-enggak. Itu semalam aja dietnya. Hehee.. Yaudah ayo donk Al! Nanti kemalaman." Ucap Caca lalu berjalan mendahului Al. 'Dasar cewek' Batin Al. Caca masuk ke restoran mewah itu dan sama sekali tidak menemukan orang satupun selain para waiters. "Al ini restoran atau kuburan sih kok sepi banget?" Tanya Caca. "Restoranlah" Jawab Al "Kok sepi banget?" Tanya Caca lagi "Restorannya aku sewa" Ucap Al santai. "Ha? Seriusan?" Tanya Caca kaget. Al mengangguk. "Yaudah Ayo duduk." Ajak Al Caca hanya mengangguk. "Kamu mau pesan apa?" Tanya Al "Ikut kamu aja." Jawab Caca. Setelah memesan mereka menunggu pesanan itu datang. Setelah lama menunggu, akhirnya pesanan merekapun datang. Saat mau memakan satu suapan hp Al berbunyi. Ting! Empat Somvlak (Via w******p) IyanGanteng : Woii.. Pada dimana? Devin : Rumah Dio : Rumah Alanno : Makan IyanGanteng : Gue tanya dimana bukan ngapain.. @Alanno Alanno : Serahh.. IyanGanteng : -_- Devin : Adek gue sama lo kan? Alanno : Hm. Dio : Cieee... Alanno : Napa? Devin : Dinner nihh yeee.. IyanGanteng :  Seorang Al untuk pertama kalinya Dinner. Alanno : Pada alay semua lo badut ancol. IyanGanteng : Ekhemm ekhemm gue batuk nih.. Kayaknya gue keselek nih.. Dio : Mampus Lo:V Devin : Napa ga mati aja yan? IyanGanteng : Paeda jaohat semoea akeo yeaa..:( Devin : Lah masih hidup - _- Dio : Dia ngomong paansih? Alanno : -_- "Main hp mulu" Ucap Caca. Al tersentak. "Chat sama siapa sih?" Tanya Caca "Sama anggota" Ujar Al "Ohh.. Yaudah ntar aja chat sama mereka. Makan mulu." Ucap Caca Al tersenyum. "Iya sayang." Cicit Al Caca Blushing. Mereka melanjutkan makan mereka sampai habis tak tersisa. Lalu meminum minuman yang mereka pesan. "Ca?" Panggil Al. "Ya." Jawab Caca "Aku mau nanya boleh?" "Boleh" "Kamu udah suka sama aku?" Caca tersentak. 'Ya ampun. Kenapa harus sekarang? Gue belum siap.' Batin Caca "Ca? Kok bengong?" "Eh- e-enggak kok" "Jadi gimana?" "Apanya?" "Ck, kamu udah suka sama aku?" "Eh-eng- aduh gimana ya?" "Belum bisa ya Ca?" Tanya Al setengah kecewa. "Aduh gimana ya Al? Aku gak tau Al. Aku masih bingung." Jawab Caca tidak enak. "Apa yang kurang dari aku Ca? Aku udah menuhi semua syarat supaya bisa jadi pria idaman kamu." Ujar Al kecewa. "Gak ada yang kurang dari kamu Al. Tapi aku emang belum bisa." Ucap Caca "Yaudahlah. Nih buat kamu. Aku beli tadi waktu pulang sekolah." Ujar Al menutupi rasa kecewanya sambil memberikan sebuah boneka,cokelat dan bunga dalam sebuah keranjang. "Makasih ya Al. Maaf buat yang tadi." Ucap Caca Al mengangguk. Hening. "Pulang yuk Al." Ucap Caca buka suara. Al mengangguk. Al berjalan mendahului Caca dan meninggalkan Caca yang masih tertinggal jauh di belakannya. Caca menatap punggung Al yang mulai menjauh. 'Apa gue salah yaa?' Batin Caca
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN