Part 6: Detak Jantung

488 Kata
"Nih helm nyaa" Ujar Caca sambil memberikan sebuah helm kepada Al. Mereka sudah sampai dirumah Caca. Al hanya menganggukkan kepalanya lalu mengambil helm tersebut. "Yaudah. Aku masuk dulu yaa." Ucap Caca "Ohh.. Yaudah. Aku pulang yaa." Ujar Al Caca hanya menganggukkan kepalanya. "Titip salam sama abang ipar dan calon mertua aku." Ujar Al dengan nada menggoda. Blush. Pipi Caca memerah. Al hanya terkekeh geli melihat gadisnya ini. "Apaan sih kamuu.." Ujar Caca sambil menutupi pipinya. "Yaudah aku pulang yaa." Ujar Al sambil tersenyum. Deg. 'Al senyum? Ya ampun. Ganteng banget. Kok gue baru sadar sih?' Batin Caca. "Ca? Kok bengong?" Tanya Al "E-, enggak apa-apa kok. Hehee" Jawab Caca. Lagi-lagi lagi Al tersenyum. Lalu dia berlalu dari sana. Deg.Deg.Deg. "Duh kok detak jantung gue jadi kencang banget sih? Apa ini karna senyum Al?" Tanya Caca pada dirinya sendiri. 'Bodo ah' Batin Caca. Lalu dia masuk kerumahnya. ***** "Ciee.. Yang pulang bareng Al" Ujar Devin menggoda. "Berisik lo!" Ucap Caca "Ciee... Ciee.." Goda Devin tiada hentinya. Caca tidak mendengarkan Devin. Dia langsung pergi sambil berlari kecil menuju kamarnya. Mengganti pakaiannya. Setelah itu dia menidurkan tubuh mungilnya dikasur Queen Size miliknya. Ting! "Duhh.. Siapa sihh?? Gk tau apa orang lagi capek." Cibir Caca. Caca mengambil hp nya dan melihat siapa orang yang beraninya mengganggu dia tidur. "Yaa ampun orang itu lagii.." Gumam Caca. Lalu membalas chat orang tersebut. AlannoGery: Besok kamu sama aku! CacaCarla: Apanya yang sama kamu? AlannoGery: Berangkat sekolah. CacaCarla: Aku gak mau. Aku sama Devin ajaa.. AlannoGery: Gak terima penolakan. CacaCarla: Aku gak mau, Al! AlannoGery: Bodo amat. Besok aku jemput kamu. CacaCarla: Serah!! Read. "Hufftt.. Pemaksa banget sih jadi cowok." Cibir Caca ~~~~~~~ Makan Malam. "Gimana masakan mama?" Tanya Renata. "Enak banget, ma." Jawab Caca "Tumben mama ikutan masak. Biasanyakan bibi yang masak." Ujar Devin "Lagi pengen ajaa." Ucap Renata. "Gimana sekolah kamu, Vin?" Tanya Anton. "Gitu gitu aja sih pa" Jawab Devin "Gitu gitu gimana maksud kamu?" Tanya Anton "Ya ampun, Pa. Papa kayak gak tau Devin aja. Pasti disekolah dia itu cuma Telat-Dimarahi-Dikeluarkan dari kelas-Ke rooftop-Bolos. Gitu gitu aja terus, Pa." Jawab Caca tanpa dosa. "Oh. Jadi kamu masih sering bolos?" Tanya Anton. Devin mengangguk. Anton menghela nafas. Dia heran melihat anaknya yang satu ini. Rasanya, dia dan Renata sama sekali tidak ada yang memiliki sifat seperti Devin. Dia terkadang ragu, Devin ini sebenarnya anaknya dengan Renata atau tidak? "Vin?" Panggil Caca Devin menggumam. "Gue besok gak berangkat sama lo ya." Ujar Caca "Kenapa?" Tanya Devin "Gue bareng Al" "Ha? Seriusan lo? Cie.. Ciee.." Goda Devin "Apaan sih lo? B aja kali" Ujar Caca "Al? Siapa dia?" Tanya Anton "Teman Pa" Jawab Caca 'Teman spesial maksudnya' ~ Batin Caca "Yakin cuma teman?" Goda Anton "Ya-.. Yakinlah. Papa apaan sih.." Ucap Caca. Ia langsung berlalu dari meja makan sambil menutup pipinya yang sudah memerah dengan tangannya. Setelah sampai dikamar. Caca duduk dimeja belajarnya. Dia merutuki dirinya sendiri karna tidak mengakui Al sebagai pacarnya. Ting! Caca membuka hp nya. AlannoGery: Jangan lupa! Besok aku jemput. CacaCarla: Yaa. AlannoGery: Good Night❤ CacaCarla: Too❤ Read. Setelah membalas pesan dari Al. Caca memejamkan matanya. Lalu perlahan demi perlahan, diapun tertidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN