"Lo siapa? Berani beraninya ngaku jadi pacar gue?" Tanya seorang cowok yang diikuti oleh ketiga temannya. Mereka menoleh dan tersentak saat melihat cowok itu. Wajah Frishka pucat. Cowok itu Al.
"JAWAB GUE!!!" Teriak Al
"Gue gak maksud kayak gitu Al" Jawab Frishka gemetar.
"Lo itu hanya seorang cewek yang seminggu lalu gue tolak." Seru Al
"Gue tau" Ujar Frishka
"TERUS MAKSUD LO APA HAH?!" Tanya Al
"Gue gak mau ada cewek lain yang deketin lo, Al" Jawab Frishka
"Terus? Maksud lo bentak-bentak adek gue apa?" Tanya Devin
"Dia udah godain Al" Jawab Aliffa
"Aliffa! Gak usah ikut campur deh kamu." Bentak Dio
"Kok kamu malah marah sama aku?" Tanya Aliffa
"Aku gak mau kamu ikut campur" jawab Dio
"Jadi kamu belain Caca? Iya? Kamu itu PACAR aku, Dio." Seru Aliffa
Deg.
Jantung Shaffa berhenti berdetak. Dia merasakan ada sesuatu yang retak disana.
"AKU CUMA GAK MAU KAMU KENA MASALAH LAGI." Bentak Dio
Aliffa diam.
"Udah deh. Gak usah ribut." Lerai Iyan
"Iya. Ngapain sih kalian juga ikutan ribut?" Tanya Adel
"Diam Lo!" Jawab Frishka
"Mau lo apa sekarang?" Tanya Al
"Gue mau lo jadi pacar gue." Jawab Frishka
"Gak bisa." Ujar Al
"Kenapa?"
"Gue udah punya pacar."
"Siapa?"
"Caca."
Deg.
Caca terdiam.
"Lo tau kan Al gue paling gak suka ditolak?" Seru Frishka
"Gue gak peduli." Jawab Al
"Pergi lo sekarang!" Seru Al.
Frishka menghentakkan kakinya setelah itu berlalu.
"Cabut." Ujar Al kepada teman temannya
Merekapun pergi dari kelas itu dan sekarang hanya tersisa keempat sahabat itu. Karena sekarang jam istarahat.
"Maksud Al tadi apa?" Tanya Caca
"Mendingan lo tanya deh sama Al waktu pulang sekolah." Usul Shaffa dan diangguki Tata dan Adel.
"Yaudah deh."
*****
PULANG SEKOLAH.
"Gue duluan ya, mau cari Al." Ujar Caca
"Oke" Jawab mereka.
Caca berlalu untuk mencari Al. Dan..
"Al!" Panggik Caca
Al tidak menoleh. Dia malah duduk di kursi panjang taman belakang sekolah.
"Al!" Panggil Caca setelah duduk disamping Al. Al menaikkan satu alisnya tanda dia menanyakan 'apa?'.
"Maksud ucapan lo tadi apa?" Tanya Caca
"Yang mana?" Tanya Al balik
"Soal gue yang jadi pacar lo" Jawab Caca
"Ohhh.."
"Ha? Apa yang oh?" Tanya Caca
"Kan lo emang pacar gue." Jawab Al santai
"Sejak kapan?" Tanya Caca
"Sejak gue bilang itu."
"Gue kan belum jawab iya."
"Lo nya yang diam aja."
"Gue kan tad-
"Gue gak terima penolakan" Potong Al
"Tapi gu-
"Aku antar kamu pulang" Potong Al lagi.
"Eh, gak usah. Lagian gue gak mau jadi pacar lo." Tolak Caca
"Gak terima penolakan." Ucap Al lalu menarik tangan Caca.
"Lo apaan sih?" Tanya Caca
"Aku sayang kamu, Ca" ucap Al lembut
"Tapi gue gak sayang lo." Tolak Caca tegas
"Aku gak peduli." Ujar Al
"Terserah"
Caca berlalu.
"Aku antar kamu pulang." Ucap Al
"Gak gu-"
"Aku-kamu, Caca" Potong Al
"Hufftt.. Aku sama Devin aja."
"Devin udah balik dari tadi."
"Ha?"
"Kamu sama aku aja. Akukan PACAR kamu."
Caca menghela nafas.
"Terserah aja."