*** Berkali-kali Una mencoba menghubungi Opi setelah Dua hari mereka bertemu di sekolahan Biru. Una ingin tahu kabar bocah lelaki itu, tetapi Opi tidak bisa dihubungi atau lebih tepatnya tidak pernah mengangkat panggilan teleponnya. Una curiga telah terjadi sesuatu pada pengasuh Biru tersebut. Namun, Una tidak tahu kepada siapa ia harus bertanya. Una bingung, dan kebingungan itu terlihat jelas di wajahnya. Akibatnya, menimbulkan tanda tanya bagi Bagus, bos sekaligus mantan pacar yang masih saja penasaran akan hidup Aruna. Bagus mendekati Una, bertanya ada apa dengan raut wajahnya. “Apa ada yang salah, Na? Dahimu sampai berkerut begitu,” tegur Bagus kala Una melamunkan pengasuh Biru. Una terkejut. Decakan sebal tak segan ia keluarkan. “Pak Bagus ngapain di sini?” tanyanya. Pasalny

