*** Sesuai janji, Ilia menghubungi Una setelah sampai di apartemennya dan menyelesaikan mandinya. Namun, Una tidak mengangkat panggilan teleponnya. Ilia pikir Una sudah tidur sebab malam memang sudah cukup larut. Pada akhirnya Ilia memutuskan untuk tidur juga. Hari ini tak hanya fisiknya yang terasa sangat lelah, tetapi juga batinnya. Ilia pikir ia sudah tidak sanggup lagi dalam menghadapi sikap Arsen. Lelaki itu benar-benar tidak bisa memegang janjinya. Padahal, mereka sepakat untuk membiarkan Aruna berusaha dulu. Namun, baru sehari Arsen sudah mengamuk lagi. Ilia juga tidak tahu apa sebabnya. Lelaki itu tidak memberitahunya sama sekali. Arsen mendadak marah padanya ketika ia izin untuk pulang duluan tadi. Entahlah, mungkin Arsen hanya ingin menggoyahkannya. “Jangan harap! Kebebas

