*** Hari di mana Una menerima gaji terakhirnya sebagai pelayan sudah lewat sejak Satu minggu yang lalu. Kini Una sah menjadi salah satu manajer di Kafe Bagus. Hal itu sempat membuat teman-temannya terkejut bukan main. Aruna yang selama ini selalu menjadi bulan-bulanan bos, kini menjadi manajer yang berharga. Hingga saat ini beberapa teman Una masih saja tidak percaya. Termasuk Sisil, teman kerja yang sering bicara padanya. Hari ini Sisil menarik Una, membawa perempuan itu ke belakang untuk diajak bicara. “Na, seriusan lo sekarang jadi Ibu Manejer?” tanya Sisil. Una hanya bisa menganggukan kepalanya. Sudah berapa kali ia menjelaskan pada Sisil bahwa sekarang dirinya diangkat menjadi manajer kafe. “Masalahnya banyak anak-anak yang bilang kalau lo itu ada main sama Pak Bagus,” bisik

