Part 43. Gandi merasa gusar. Entah apa yang terjadi sebenarnya. Benarkah Edo menyukai Bella atau sahabatnya itu hanya menggertaknya saja. Jujur Gandi merasa sangat emosi dan terpancing. Bagaimana bisa pria itu bisa membuatnya begitu jengkel. Jam menunjukkan pukul 19.10 WIB. Di Bali masih petang. Edo akan segera mengajak Bella kembali ke hotel. Hufft. Bayangan Bella, senyumnya, bibir Strawberry nya. Pria itu mengepalkan tangan erat. “Edo sialan!” gumamnya. Ia meraih ponsel, lantas mencari nomor Antoni. Panggilan terhubung. “Halo, selamat malam Tu ...,” sapaan pria di seberang telefon terhenti. “Cancel semua jadwal kerjaku besok!” Gandi berteriak. “Tapi ... Tuan besok kita harus ...,” ucapan Antoni kembali terhenti. “Pesan tiket ke Bali untuk malam ini juga!” titah Gandi.

