Part 41. “Coba panggil aku?” tantang dokter Edo. “Ma.. af saya tidak bisa memanggil dengan sebutan itu, dokter!” tolak Bella menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. “Emm baiklah aku tidak akan memaksa!” ujar pria itu. “Sekarang ceritakan mengapa Gandi bisa mengusirmu?” tanyanya. Bella menunduk, kejadian sore tadi masih terekam jelas di kepalanya. “Saya masuk ke ruang perawatan Dea, dan mendapati selang oksigen terlepas dari hidungnya, dan Om Gandi masuk, mengira saya berusaha mencelakai Dea.” Bella memejamkan mata. Bayangan Gandi sepaket dengan kemarahannya terukir jelas dalam ingatan. “Apa kamu sangat menyukainya?” selidik Edo. Ia penasaran benarkah Bella yang mengejar Gandi atau sebaliknya. “Iya, saya menyukai Om Gandi, entah sejak kapan yang jelas, saya selalu menanti

