Part 20. Pagi ini Bella bangun lebih pagi dari biasanya. Dua porsi menu mashed potato dan tumis seafood sudah selesai ia masak. Ya, ekstrakurikuler memasak yang ia ikuti saat kelas XI membuatnya bisa memasak. Bella membawanya masuk ke dalam kamar. Kemudian, ia mandi dengan penuh semangat. Bibirnya senantiasa bersenandung lagu bahagia. Dua puluh menit waktu tang cukup untuk menyelesaikan ritual mandinya. Kini ia sudah memakai seragam dan siap untuk berangkat. Gadis itu melihat jam di pergelangan tangan, dan akan segera keluar kamar. Berniat menunggu Om Gandi di beranda depan. Ingin memberikan bekal makan siang untuk CEO tampan itu. Bella memutar handle pintu, lalu melangkah menuruni tangga. Masih terlalu pagi dan Nyonya Karina masih duduk menikmati teh hangatnya. “Bella!” panggil

