30. Satu Atap

1023 Kata

Vania mengemasi barang-barangnya yang tadinya berada di panti, ia sudah pamit dengan Bu Naira bahwa ia akan pergi dan tinggal di rumah papahnya. Bu Naira pun menyetujui ucapannya, kata Bu Naira tidak baik jika pergi dan menghindar dari masalah, lebih baik hadapi itu semua dengan tulus dan senang hati. "Vania pamit ya, Bu?" Vania menyodorkan tangannya yang langsung dibalas oleh Bu Naira, dengan cekatan Vania langsung bersalaman dan memeluk tubuh Bu Naira erat. "Baik-baik di sana ya, Sayang. Selalu bersyukur atas semua yang terjadi di hidup ini, ibu selalu ada dan selalu bersedia menerima kamu." Manis sekali ucapan Bu Naira, padahal ia dan Bu Naira sama sekali tidak ada ikatan darah. Bu Naira ini wanita yang baik serta penyayang. Bu Naira mampu membagikan kasih sayangnya secara merata ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN