33. Perubahan Arka

1040 Kata

"Ada apa ini? Kenapa wajannya jatuh dan kalian seperti bertengkar?" Suara yang menggema itu membuat kaki Vania dan Safira kaku, mereka sama-sama menoleh ke arah datangnya suara. Mati! Itu adalah Arka. "Kenapa? Kenapa makanan dibuang-buang? Apakah kalian sudah mulai seperti di sinetron ibu dan anak tiri yang bertengkar? Kenapa kalian tidak bisa tenang?" Pertanyaan Arka mulai menginterupsi. "Mas, tadi aku lagi buatin makanan buat makan malam kita semua, ya walaupun makanannya sederhana, cuma nasi goreng aja. Pas aku mau naruh nasi goreng ini di piring, Vania malah menampiknya, Mas. Dia marah-marah ke aku, katanya dia gak mau punya ibu tiri, katanya dia gak mau kalau orang tuanya pisah, dia benci sama aku, Mas. Padahal aku mulai menerima dia, padahal aku sayang sama dia dan anggap dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN