Vania sudah bersiap untuk hari terakhirnya di Jogja. Ia harus meninggalkan kota ini. Ia harus menyimpan semua kenangannya di sini, di kota kenangan. Hari ini Vania tidak berniat ke manapun, ia hanya berkeliling saja, makan, berbelanja oleh-oleh, dan seputaran itu. Bunyi ketukan pintu membuat Vania langsung mengambil sling bag putihnya, ia mencabut ponselnya dari charger dan menaruh ponsel tersebut di dalam sling bag. Gadis itu langsung membuka pintu dan terpampanglah sosok Adev, sosok yang membawanya ke sini. Sosok yang menjadi penyemangatnya. "Udah siap, kan?" tanya Adev memastikan. "Udah kok, yuk. Mau ke mana dulu?" tanya Vania karena ia tidak tahu Adev akan membawanya ke mana saat ini. "Emm beli bakpia? Atau apa?" Bukannya menjawab Adev malah memberikan opsi kepada Vania, membuat V

