Chapter 26

1012 Kata

Ponsel Aileen tidak berada pada tempat yang seharusnya, melainkan pada tangan seorang wanita. Netra cokelat sempurna membelalak terkejut. Kakinya mundur satu langkah, dan langkah selanjutnya dihentikan oleh sang sahabat yang mendorong punggungnya dari belakang. Wanita di depan sana tersenyum miring, bukannya marah. Ponsel itu masih dipegangnya, mengutak-atik sebentar tanpa Aileen ketahui apa yang tengah wanita itu lakukan pada ponselnya. Dahi berkerut-kerut tampak jelas pada Sona. Menahan amarah karena Sabrina mengambil ponsel Aileen sama seperti seorang pencuri. Dengan kasar mengambil ponsel itu kembali dari tangan si Nenek Lampir. “Anda tidak tahu sopan santun, ya, Nyonya? Mengambil ponsel orang begitu saja.” Sona memiringkan sudut bibir kanannya, melihat Sabrina dengan tatapan mengej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN