“Sebaiknya kita makan siang. Setelah menghindari Nenek Lampir itu, aku jadi merasa lapar tak tertahankan,” kekeh Aileen sembari memeluk bahu Sona. Jelas Sona menanggapi dengan antusias. Ia juga cukup merasa lapar setelah tadi sempat berteriak kaget. Mereka memilih-milih Restoran di dalam Mall tersebut. Tidak lama kemudian, menjatuhkan pilihan pada Restoran Korea. Di mana pun mereka makan siang, Aileen akan memilih menu ayam sebagai menu utama. Aileen memesan satu porsi yangmyeon, kimbab dan patbingsu sebagai dessert. Tak sabar menunggu sampai-sampai menelan saliva ketika melihat tamu lain sudah mendapatkan pesanan. Sona mengetuk meja dengan jarinya karena merasa diabaikan oleh Aileen. “Ai, woi, Ai!” Sedikit merasa terkejut, Aileen mengarahkan fokus pada Sona—sahabatnya. “Kenapa, Na?”

