Chapter 24

1020 Kata

Aileen buru-buru menolak tawaran Damian. Siapa juga yang mau disuapi pria itu? Memang mereka ada hubungan apa? Mengambil sendok, lalu tangan kecilnya perlahan menyendok nasi goreng. Ditatapnya sejenak, mungkin agak ragu. Namun, sejenak kemudian nasi goreng tersebut sudah di lidah. Enak! Itulah kata pertama muncul di otaknya. “Bagaimana? Enak? Kalau kamu mau aku bisa masakan sarapan tiap pagi.” Siku Damian bertumpu pada meja, sedangkan wajahnya dipangku oleh telapak tangan lebarnya. Tidak bosan-bosannya manik mata itu didaratkan pada wajah Aileen. Menurut Damian, Aileen sangat imut ketika makan. Mengangguk singkat, Aileen berkata setelah menelan nasi goreng tersebut. “Enak. Tapi kamu tidak perlu membawakan sarapan untukku. Apa lagi setiap hari. Aku tidak mau jadi bahan omongan para tetan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN