Kilau mata cokelat memutar malas, menyandarkan punggungnya ke belakang. Kedua manik matanya yang berisi kekesalan dapat terlihat melalui kaca spion depan. Berpikir sejenak sebelum bertanya pada bawahannya, “Aku maafkan kau kali ini. Lalu apa yang harus aku lakukan agar perempuan itu mau menikah denganku?” Merupakan pertanyaan yang sangat dihindari oleh Ray. Dia sendiri belum memiliki pacar di usianya yang hampir sama dengan Damian. Seolah-olah pertanyaan itu adalah lintas menghisap darahnya sampai habis. Ray tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan Damian. Salivanya ditelan dengan susah payah sembari menyorot pada Damian melalui kaca spion di dekatnya. “Mengapa hanya diam? Bukankah aku bertanya padamu? Hanya tahu berbicara, tapi tidak bisa memberikan solusi.” Menggerutu. Dalam nad

