Chapter 43

1710 Kata

Damian membawa Aileen ke salah satu toko perhiasan. Namun, aileen segera melepaskan tangan Damian. Bibirnya mengerucut. Mungkin masih memikirkan yang dikatakan Damian kepada dua perempuan tadi. Aileen merasa sedikit tak nyaman. Bagaimana kalau mereka salah paham nanti? Dilihatnya Damian dengan senyum super lembut. Nampaknya pria tak tahu kalau sudah membuat Aileen tak nyaman. Diraihnya tangan Aileen, dengan begitu Damian tetap membawanya masuk. Damian bisikkan sesuatu di telinga Aileen, “Apa yang kamu pikirkan? Tentang jawabanku tadi. Memang benar karena kamu orang spesial bagiku.” Pipi Aileen berubah merah seketika. Siraman dari tutur lembut Damian lagi-lagi meretakkan dinding di hatinya. Entah berapa dinding yanv akan Damian retakan dalam semalam ini. Bukan hanya wajah, tetapi telinga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN