Chapter 44

1193 Kata

Semua orang sudah berada di kantor Damian. Inggrid yang paling tidak mengerti dengan keadaan—mengapa ia dipanggil. Bibirnya menampakkan senyum tipis, sembari melirik Faranisa dan Damian secara bergantian. Mungkin ia tengah memikirkan, akan naik jabatan setelah dipanggil oleh Damian. Namun, tidak dengan Faranisa, yang ekspresinya agak kurang baik. Sedikitnya ia bisa melihat air muka Damian, yang tak tenang itu. Damian menoleh kepada dua orang tersebut. Mereka berdiri tepat di depan meja Damian. Tak ragu Damian membuka mulutnya dan bertanya, “Gosip yang tersebar belakangan ini, ulah kalian berdua?” Gosip? Faranisa mengernyit. Memang ia mendengar gosip tentang dirinya dan Damian—memiliki hubungan spesial. Akan tetapi, Faranisa tak memberitahukannya pada orang-orang. Ia hanya memberitahu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN