Aileen meletakkan cokelat panas di atas meja. Kemudian ia duduk di sebelah Damian. Sementara Arsel asyik mengunyah kuaci sembari memainkan ponselnya. Hanya dunia dua orang itu yang sama, sedangkan Arsel seakan-akan ada di dunianya sendiri. Mereka bertiga berada di apartemen Aileen. Awalnya hanya dua orang saja, tapi Arsel datang dengan membawa peralatan guna menginap di apartemen Aileen. Seperti biasa jika tidak ingin disuruh mengerjakan tugas oleh ayah dan ibunya. Damian dan Aileen tak bisa apa-apa, selain membiarkan bocah itu tinggal di sana. Ya, sebenarnya Arsel datang untuk mengawasi keduanya. Pria muda itu takut kalau sampai Damian melakukan sesuatu pada Aileen. “Kamu kenapa murung, Dam?” Aileen menyadari Damian tak seperti biasanya. Air muka pria itu tak seceria biasanya. Aileen me

