“Di mana modelnya?!” bentak Iin Setiawan. Meskipun bukan desainnya yang dipilih. Namun, ia tetaplah pimpinan dari departemen desain. Dia tetap harus melakukan pekerjaannya dengan profesional. Toh, dia juga akan mendapatkan pujian jika kinerja karyawannya bagus. “Kristal belum datang, Bu,” jawab salah seorang karyawan yang bertugas dalam mengurus model itu. Iin menoleh ke asal suara. “Apa? Aku tidak salah dengar?” Iin memberi jeda untuk mencerna situasi ini. “Pak Jono bukannya Kristal harus datang setengah jam sebelum gladi bersih?” Jono menyeka keringat di dahinya. Dia sudah beberapa kali menghubungi manajer Kristal, tapi tidak ada jawaban. “Mungkin terjadi masalah pada pihak Kristal, Bu. Mereka tidak menjawab panggilan saya,” jawab Jono. “Cepat kamu hubungi lagi! Jangan nyerah! Jangan

